Surabaya ( Gaungmedia.id) – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat, Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Timur, Ibu Kondang Kusumaning Ayu, S.Psi., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Acara yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, di Aula Balai RW 4 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya ini secara spesifik menyasar para ibu PKK dan Bunda PAUD se-Kecamatan Karangpilang .
Kegiatan yang mengusung tema “Peran PKK dan Bunda PAUD sebagai Mitra Pemerintah dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan bagi Anak Bangsa dan Generasi Muda Indonesia” ini menghadirkan narasumber Dr. Joko Nugroho.
Dalam sambutannya, Kondang Kusumaning Ayu menyampaikan bahwa sebagai anggota MPR RI, sosialisasi Empat Pilar merupakan kewajiban konstitusional yang harus terus dibumikan ke seluruh lapisan masyarakat .
“Namun, pertemuan hari ini terasa sangat spesial bagi saya. Mengapa? Karena di hadapan saya saat ini hadir para ujung tombak peradaban bangsa: ibu-ibu PKK dan para pendidik di Pokja Bunda PAUD,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Kondang tersebut .
Peran Strategis Perempuan dalam Ketahanan BangsaKondang Kusumaning Ayu menekankan bahwa tantangan zaman ke depan tidaklah mudah. Arus informasi yang begitu deras dan pergeseran nilai sosial dapat mengaburkan jati diri anak-anak jika tidak dibentengi sejak dini.
Di sinilah peran krusial para ibu sekalian .
“Melalui PKK, ibu-ibu membangun ketahanan keluarga. Keluarga adalah laboratorium pertama tempat nilai-nilai Pancasila dipraktikkan, seperti gotong royong, keagamaan, dan saling menghargai. Melalui Bunda PAUD, ibu-ibu menyemai benih cinta tanah air, toleransi, dan karakter luhur pada anak-anak kita di usia emas,” tegasnya .
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa apa yang ditanamkan pada anak usia dini hari ini akan menjadi wajah Indonesia 20 atau 30 tahun yang akan datang. Oleh karena itu, sosialisasi Empat Pilar hari ini bukan sekadar forum teoretis atau hafalan, melainkan ruang diskusi untuk menyamakan persepsi dan membawa pulang pemahaman ini untuk diimplementasikan ke dalam program-program kerja PKK dan materi pembelajaran PAUD yang menyenangkan bagi anak-anak .
Empat Pilar sebagai Penyaring di Tengah Banjir InformasiDalam paparannya, Mbak Kondang menjelaskan secara rinci keempat pilar kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertama, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Kedua, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan .
“Empat pilar MPR RI bukan sekadar hafalan di buku sekolah, tapi pedoman kita bertetangga, bagaimana kita menghargai perbedaan, bagaimana kita bermusyawarah, dan bagaimana kita saling membantu tanpa memandang latar belakang,” jelasnya .
Ia berharap melalui sosialisasi ini, nilai-nilai luhur tersebut semakin kuat.
“Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan kadang penuh berita bohong (hoax), Empat Pilar ini adalah ‘penyaring’ agar kita tidak mudah terpecah belah,” tambahnya .
Ancaman Disintegrasi dan Pentingnya KeteladananSementara itu, narasumber Dr. Joko Nugroho menyampaikan materi mengenai implementasi empat pilar di masyarakat perkotaan.
Ia menyoroti fenomena oknum kelompok masyarakat yang sudah menyimpang dari nilai-nilai luhur Pancasila, serta ancaman disintegrasi bangsa akibat maraknya ujaran kebencian berbasis SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang dapat memicu perpecahan .
Dr. Joko juga menekankan pentingnya keteladanan dari para bunda PAUD dan ibu PKK terhadap nilai luhur Pancasila kepada anak usia dini di Indonesia. “Peran para ibu PKK dan Bunda PAUD sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan wawasan kebangsaan sangat strategis. Jangan lupa, mari kita ‘Merayakan Tradisi, Merawat Bhinneka’. Perbedaan bukan halangan untuk duduk dan makan bersama,” ujarnya .
Aspirasi dan Harapan PesertaPara peserta yang hadir memberikan apresiasi yang tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Mereka mengaku baru kali ini ada sosialisasi Empat Pilar yang menyasar secara khusus kelompok ibu PKK dan Bunda PAUD di Kecamatan Karangpilang .
Ibu Suci Rahayu, selaku Ketua PKK Kelurahan Kebraon, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyoroti masih adanya anak dari warga musiman yang tidak memiliki KTP Surabaya sehingga mengalami kendala dalam mengenyam pendidikan.
Ia berharap PKK dan Bunda PAUD dapat memfasilitasi pendidikan usia dini bagi anak-anak warga musiman tersebut .
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Yeni, selaku Bunda PAUD, yang mewakili rekan-rekannya menyampaikan aspirasi terkait kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang menaikkan jumlah murid dalam setiap rombongan belajar dari 8 menjadi 12 murid.
Kebijakan ini berdampak pada kesulitan mencari murid, terlebih dengan adanya program Keluarga Berencana yang menyebabkan penurunan angka kelahiran .Para peserta juga mengusulkan agar peningkatan wawasan kebangsaan dimulai dari usia dini dengan memasukkan nilai-nilai luhur Pendidikan Moral Pancasila ke dalam kurikulum PAUD.
Mereka berharap agenda silaturahmi ini dapat diadakan kembali dengan sub tema yang lebih implementatif sesuai dengan kondisi di lingkungan masing-masing .Acara sosialisasi ini ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai bentuk komitmen bahwa jiwa dan raga adalah untuk bangsa dan negara .
Oleh: Tim Redaksi


