Malang (Gaung media.id) – Selama lima tahun Bank Indonesia mampu memberi warna didalam sistem pembayaran ditengah masyarakat pelaku ekonomi, mulai dari pelaku ekonomi kecil hingga menengah, baik lokal sampai tingkat Internasional.
Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia. sebagai aplikasi pembayaran hingga saat ini sudah mencapai 50 juta lebih pengguna.
Hal ini merupakan sebuah keberhasilan sistem yang dipersembahkan BI. yang disampaikan oleh Ibrahim selaku kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur didalam acara media gathering diselenggarakan di Malang dimana acara tersebut diikuti oleh perwakilan organisasi media baik cyber maupun televisi, radio dan cetak.
“ keberhasilan sebuah aplikasi itu bilamana dalam waktu 5 tahun sudah mencapai jumlah yang cukup besar dan sangat berpengaruh bagi siapapun penggunanya “ .
tegas Ibrahim dalam sambutannya didepan awak media se Jawa Timur dalam acara Capacity Building Media di kota Malang.
Tetapi sebelum itu Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Himawan Kusprianto menyebutkan partisipasi ekonomi generasi Z merupakan penopang perkembangan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia.
“Perkembangannya akseleratif. Apalagi ini didorong oleh generasi Z, bahkan sebentar lagi mereka banyak yang masuk ke dunia kerja. Mereka sangat confident,” katanya dalam Media Gathering BI Jawa Timur di Malang, Jumat.
Himawan mengatakan jumlah pengguna QRIS hingga awal tahun ini mencapai 56,28 juta dengan jumlah merchant QRIS sebanyak 38,1 juta dan jumlah EDC sebanyak 2,3 juta.
Ia menyatakan generasi Z berperan sebanyak 27,94 persen dari total pengguna QRIS lintas generasi mulai dari baby boomer, milenial, alpha, dan X.
Secara rinci, sebanyak 75,49 juta generasi Z menggunakan QRIS, untuk generasi milenial sebanyak 69,9 juta orang atau 25,87 persen, generasi X 59,12 juta orang atau 21,88 persen, generasi baby boomer 31,23 juta orang atau 11,56 persen, dan generasi alpha 29,9 juta orang atau 10,88 persen.
Himawan menuturkan adanya dukungan dari generasi Z dan milenial mendorong perkembangan penggunaan QRIS sangat masif yakni mencapai 1,02 miliar volume transaksi hanya dalam waktu kurang dari enam tahun yakni mulai 2020 sampai awal 2025.
Bahkan penggunaan QRIS jauh lebih masif dibandingkan perkembangan penggunaan kartu debet (GPN) yang volume transaksinya hanya 89,06 juta dalam waktu delapan tahun yakni mulai 2018 sampai awal 2025.
Sementara apabila dilihat dari sektor usaha, Himawan mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yakni mencapai 93 persen atau 38,1 juta hingga Maret 2025.
Dari total 38,1 juta UMKM pengguna QRIS meliputi 57,52 persen skala mikro, 29,59 persen pelaku usaha skala kecil, 5,89 persen pelaku usaha skala menengah, dan 3,37 persen pelaku usaha skala besar.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menghadirkan beberapa pemateri yaitu dari sistem pembayaran hingga Galuh Pandu Larasati News Anchor salah satu TV swasta dengan mengusung Tema “ How to be a credible voice in the Digital era “ Perubahan prilaku konsumen bidang informasi atau berita juga merupakan topik utama yang menjadi fokus paparan atau lebih tepatnya diskusi yang disajikan Galuh. (Tim)
